Hai Guys ...!!
don't worry be happy yaaaaaa :D
Tampilkan postingan dengan label treatment. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label treatment. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Mei 2011

Minggir, Wortel


Dari kecil, kitaselalu diceritakan bagaimana wortel baik untuk mata. Tetapi para periset dari University of Wisconsin mengatakan kalau sayuran lain juga tidak kalah baik, malah lebih baik, dari wortel.

Pada sebuah studi yang melibatkan 1700 orang wanita berusia 50-79, ditemukan bahwa yang secara konsisten mengkonsumsi banyak sayuran hijau berdaun, jagung manis, labu, brokoli dan polong-polongan selama 15 tahun, memiliki kemungkinan lebih kecil untuk memiliki penglihatan yang buruk.

Para ahli percaya bahwa sebuah zat kimia pada wortel, antioksidan yang baik yang disebut karotenoid, juga dimiliki oleh sayur-sayuran lain, sehingga memiliki keuntungan yang sama.


Rabu, 18 Mei 2011

DIET TINGGI KALORI DAN RENDAH SERAT MENYEBABKAN ANAK OBES


merencanakan untuk merayakan ulang tahun anak anda direstoran fastfood? Coba pertimbangkan lagi. karena membiasakan anak mengkonsumsi makanan erkalori tinggi dan berserat rendah dapat menjadikan ketidakseimbangan hormon sehingga anak akan makan jauh lebih banyak.

Dr. Robert Lustig, pengajar pediatrik klinis di university of california, San Fransisco melakukan review skala besar terhadap riset obesitas.
"Kebiasaan makan 'kebarat-baratan' menjadikan epidemi obesitas terhadap anak-anak, karena tinggi di fruktosa dan rendah serat sehingga mempengaruhi insulin, " begitu menurut Lustig. Beliau memperhatikan bahwa di Amerika Serikat sekarang masih sering di temukan anak yang di diagnosa obesitas, bahkan diabetes tipe 2 yang tadinya hanya diderita oleh orang dewasa kini banyak didiagnosa pada anak-anak.

Beliau juga menganjurkan agar lingkungan anak-anak memperbaiki kebiasaan makanannya, karena anak-anak sering kali tidak bisa disalahkan kalau mereka dikelilingi oleh makanan yang tidak sehat, tentu mereka berpikir hanya itu pilihan yang mereka bisa makan.

Nafas bau ??? Coba Floss


hanya dengan dua minggu flossing, sebagai tambahan dari menyikat gigi secara teratur, dapat secara signifikan mengurangi gusi berdarah dan nafas bau, begitu menurut studi dari Amerika Serikat.

Studi ini melibatkan 102 orang, umur 12 hngga 21 tahun, yang dibagi dalam dua kelompok. satu kelompok menyikat gigi dan dah dua kali sehari, sedangkan kelompok lain melakukan hal yang sama ditambah flossing dua kali sehari.

Setelah dua minggu, kelompok yang menyikat gigi dan flossing memiliki 38% pengurangan dalam pendarahan gusi juga nafas tidak sedap. sedangkan kelompok yang anya menyikat gigi mengalami kenaikan 4% dalam pendarahan gusi.

Kata siapa menyikat gigi saja sudah cukup?

LEMAK TRANS

Simak kemasan salah satu makanan favorit anda, disana mungkin tercantum keterangan informasi nilai gizi sbb: Lemak total 17gram, Lemak jenuh 8gram. Bagaimana dengan sisa 9gram lemak? Tidak dijelaskan. Kenyataannya diantara 9gram tersebut bisa saja terdapat lemak trans.

Di Amerika Serikat, sejak 1 januari 2006 telah diberlakukan peraturan waji cantum kandungan lemak trans dalam kemasan semua jenis makanan. Di indonesia, tidak ada keharusan untuk mencantumkan berapa jumlah lemak trans yang terkandung dalam makanan tertentu. Belum ada regulasi pemerintah yang mengatur agar produsen mencantumkan lemak trans dalam kemasan, maka kita sebagai konsumen hanya dapat menduga-duga kandungan lemak trans dalam makanan kemasan.

Sejarah Lemak Trans


Pada akhir abad ke-19, para ahli kimia menemukan bahwa mereka dapat mengubah minyak sayur cair menjadi padat atau hampir padat dengan menambahkan atom hydrogen pada lemak. Temuan ini disebut dengan minyak hidrogenasi sebagian (partially hydrogenated oil) atau lemak trans yang dapat bertahan lebih lama dan tidak mudah rusak dibandingkan dengan lemak atau inyak yang tidak dihidrogenasi, sehingga dapat digunakan berkali-kali tanpa terurai.

Tentu saja karakteristik minyak ini sangat menarik bagi para produsen makanan. banyak produsen makanan seperti margarin, panganan yang dipanggang dan makanan kecil menukar sebagian mentega atau lemak hewani dengan lemak trans sebagai bahan baku atau bahan penunjang.

Studi sejak tahun 1993 oleh havard university menemukan bahwa konsumsi lemak trans dapat menyebabkan meningkatnya risiko penyakit jantung. hasil studi tersebut dipulikasikan dalam The New England Journal Of Medicine. Pada studi ini, para peneliti mengestimasi bahwa dengan hanya mengganti 2% energi lemak trans dengan lemak tak jenuh yang sehat, misalnya olive oil, dapat mengurangi risiko penyakit jantung koroner hingga sepertiganya

Mengonsumsi lemak trans dapat meningkatakan level kolesterol LDL (Kolesterol buruk), terutama partikek kolesterol LDL yang kecil dan padat dan paling dapat merusak pembuluh darah. Konsumsi lemak trans juga menurunkan level kolesterol HDL (Kolesterol baik) yang dapat membantu membersihkan pembuluh darah dari kolesterol buruk dan membuangnya ke hati. Lemak trans juga meningkatkan kecendrungan terjadinya penggumpalan darah sehingga memicu terjadinya penyumbatan pembuluh darah. Tambahan lagi zat ini juga dapat mencetus peradangan, dan telah dihubungkan dengan penyakit jantung, stroke, diabetes dan kondisi kronis lainnya.

Cukup menyeramkan, bukan? Itu sebabnya banyak pilihan sudah membuat usulan untuk membuat regulasi produsen dan restoran-restoran agar mengganti penggunaan lemak trans dengan minyak atau lemak yang lebih sehat, agar konsumen bisa tidur dengan tenang.